Breaking News

Berita

Sadari dan Bangunkan Harapan Bangsa

Oleh : Simion Kotouki *)
Penulis (dok. penulis)
Manusia berjiwa kanibalisme masih saja beroperasi di hutan, kota, gunung, dan di lembah untuk menghabisi populasi ras Melanesia yang mendiami bumi Cenderawasih. Pilunya hati ini, tiada hari tanpa kabar kepergian saudara-sudara yang kini masih terus terdengar tanpa hentinya.

Kekacauan dan konflik terus terjadi, yang diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Maka, terjadilah kontak yang mengakibatkan kericuhan, penghabisan manusia Papua dan kekayaan alam Papua yang dirampas habis, dijadikan milik mereka.

Konsekwen kita sebagai pemuda adalah menjadi agen perubahan di tengah mengentalnya sistem tri-musuh yang terbangun di alam Papua dan pergerakan manusia Papua. Jika kita tidak menjadi pemberi harapan terhadap masyarakat dan anak-anak muda yang masih sedang berada di bangku SD, SMP, dan SMA, bahkan kuliah, maka itu akan menjadi kelalaian kita yang hilang ditelan waktu. Marilah menjadi pembawa kemenangan di tengah beribu musuh.

Pemusnahan etnis Papua yang semakin hari semakin menghilang ini selalu dipantau oleh negara, bahwa berapa banyak jumlah penduduk yang berkurang di hari ini, minggu ini, bulan ini, dan tahun ini.

“Terlihat sekali, bahwa pada kenyataannya, etnis Papua ini terus berkurang, sehingga bagi kaum penjajah adalah suatu kebahagiaan.”

Hilangnya penduduk etnis Papua, bagi penjajah adalah senyum keenakan dan bagi etnis Papua yang masih tersisa, selalu tersakiti karena kehilangan jiwa etnis Papua yang merupakan unsur kesengajaan oleh negara koloni ini.

Negara ini mempunyai target bahwa tahun 2020 ke atas orang asli Papua tidak ada di atas tanah Papua. Sehingga, negara memanfaatkan di beberapa tempat yang mereka anggap mudah saja untuk menghilangkan nyawa manusia Papua, sepertinya:

(1) Rumah sakit atau sejenis lainnya. (2) Barang-barang makan kadaluarsa, melalui cara penyuntikan jenis obat berbahaya. (3) Membuka tempat lokalisasi sebagai tempat berhubungan intim secara bebas, yang ditempati oleh perempuan yang sudah terinveksi HIV/AIDS. (4) Penindasan oleh aparat keamanan yang selalu membabi buta membunuh manusia Papua.

Orang Papua seakan menjadi penonton setia di atas tanahnya sendiri. Karena, negara ini punya banyak cara yang diterapkan untuk membunuh satu per satu sampai orang asli Papua habis, hingga generasi penerus pun habis.

Hidup ini seakan tak ada harapan. Namun kini, bagi kami yang tersisa, mari melihat kejamnya kerjaan kaum pemberantasan yang kini diterapi di bumi Papua. Lawan dengan jalan memberikan pemahaman-pemahaman yang baik tentang jalan kerja negara yang sedang membunuh karakter (watak), logika berpikir, hingga nyawa yang terus dicabut. Kepada kaum masyarakat, agar mereka pun dapat memahami dan mengerti sistem yang dibangun oleh kaum pemberantasan ini.

*) Penulis adalah mahasiswa asal Papua dan kuliah di UNWAHAS Semarang
Sadari dan Bangunkan Harapan Bangsa Reviewed by Majalah Beko on 09.43.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.