Breaking News

Berita

Tuntut Penuntasan Kasus-Kasus Pelanggaran HAM, SNRP Gelar Aksi “Peti Mati”

29 peti mati  dijejerkan di depan Kantor DPR Papua Barat (Yepuni Giyai)
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Solidaritas Nasional Rakyat Papua (SNRP) bersama ribuan masyarakat Papua di Manokwari, Selasa (13/06/2017), melakukan aksi demo damai menuntut penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM di tanah Papua.

Aksi ini diikuti lembaga atau organisasi yang terhimpun dalam SNRP, terdiri dari Gempeace Papua Barat, LP3BH Manokwari, LEMHI Papua Barat, AMPP, HMI, PMKRI, GMNI, GMKI, GEBRAK Papua Barat, BEM Unipa, dan BEM PTS Manokwari, FIM Mnukwar, Pemuda Budaya, dan Ketua-Ketua Asrama Kedaerahan, serta mahasiswa di Manokwari

Awalnya, massa aksi berkumpul di bawah pohon beringin depan kampus Unipa, Amban, Manokwari. Massa melakukan long march ke kantor DPR Papua Barat dengan membawa 29 replika peti mati terbuat dari kardus dan satu pucuk senjata laras panjang replika berbahan dasar kayu. Massa juga membawa beberapa spanduk bertuliskan tuntutan aksi.

Massa aksi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan tentara. Massa berorasi dan mendramakan penembakan-penembakan yang terjadi di atas tanah Papua sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan Papua di setiap lampu merah (lalu lintas). Massa juga melakukan hal serupa dan memajangkan foto-foto pelanggaran-pelanggaran HAM di halaman kantor DPR Papua Barat.

Setelah itu, massa menjejerkan peti-peti tersebut dan menyampaikan tuntutan mereka. Kemudian, perwakilan massa menyerahkan surat pernyataan sikap mereka.

Setelah menerima pernyataan sikap, Ketua DPRD Manokwari, Dedy Subrata May  didampingi jajarannya menerima tuntutan massa. Ia mengatakan siap menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Komnas HAM daerah untuk Papua Barat sudah kita perintahkan kemarin dalam rapat. Kami sudah usulkan dana berdoa. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun besok. Sebab, satu pintu ada untuk selesaikan peti-peti ini. Dana akan menjawab pada rapat pleno tahun 2018 untuk menyelesaikan peti-peti ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua LP3BH Manokwari sekaligus penanggung jawab aksi ini, Yan Christian Warinussy mendesak Presiden Jokowi melalui Menko Polhukam dan Komnas HAM RI untuk segera mengusut tuntas berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua.

“Saya mendesak tegas untuk segera diselesaikan kasus Wasior Berdarah, Wamena, Paniai, Sanggeng Manokwari Berdarah, dan kasus HAM lainnya di Papua,” tegasnya.

Hingga usai, aksi ‘melawan lupa’ ini berjalan dengan aman meskipun diguyur hujan.

(Yepuni Giyai)
Tuntut Penuntasan Kasus-Kasus Pelanggaran HAM, SNRP Gelar Aksi “Peti Mati” Reviewed by Majalah Beko on 23.04.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.