Breaking News

Berita

FIM Manokwari dan Mahasiswa Lapago Tolak Pembangunan Pangkalan TNI AU di Yahukimo

FIM Manokwari dan mahasiswa Lapago memajangkan baliho penolakan pembangunan pangkalan TNI AU di Yahukimo. Foto: Yepuni Giyai/Beko.
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Forum Independen Mahasiswa (FIM) dan mahasiswa Lapago (Yahukimo, Jayawijaya, Yalimo) di Manokwari dengan tegas menolak pembangunan pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Yahukimo. Penolakan ini disampaikan ketua-ketua forum didampingi para anggota dari tiap forum di Asrama Jayawijaya, Gunung Meja, Amban, Manokwari, Sabtu (29/7/2017) sore.

Ketua FIM Manokwari, Geradus Tembut mengatakan, TNI/Polri adalah aktor utama pembunuhan di tanah Papua sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1962. Penolakan ini dilakukan karena FIM dan mahasiswa Papua di Manokwari tidak mau ras Melanesia Papua dibantai habis.

“Dari tahun 1962 sampai hari ini mereka (TNI/Polri) yang jadi pembunuh utama dan kami tidak mau hal ini diulangi lagi,” katanya kepada majalahbeko.com.

Soal pembangunan pangkalan TNI AU, Tembut mempertanyaan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo.                                                                                              

“Sekarang kami melihat pembangunan di Yahukimo itu bukan provinsi itu kabupaten. Kenapa sampai pihak pemerintah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk adakan pembangunan. Itu harus kita pertanyakan,” tuturnya.

Mahasiswa Unipa asal Merauke ini juga menduga, pembangunan pangkalan TNI AU ini akan meredam aksi-aksi masyarakat setempat soal isu “Papua Merdeka” yang sudah berada di tingkat internasional.
  
“Kita di Papua ini tidak ada masalah apapun hari ini. Jangan kita melihat dari isu-isu Papua Merdeka ini bukan isu-isu dari lokal, tapi isu yang sudah menjadi internasional. Jadi, tidak perlu untuk hal ini dibangun untuk menutupi pergerakan-pergerakan Papua Merdeka,” tutur Tembut.

Oleh karena itu, tegas Tembut, FIM dan mahasiswa Papua menyatakan penolakan pembangunan pangkalan TNI AU di Yahukimo, serta perusahaan Kelapa Sawit dan Sawah Padi di Merauke dan Boven Digoel.

“Kami menolak dengan tegas karena di Papua ini tidak ada sesuatu yang harus bawa pembangunan yang mensejahterakan rakyat, tapi merugikan rakyat. Kami juga tolak dua perusahaan kalapa sawit dan sawah padi di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Provinsi Papua. Kami tolak karena pembangunan dan perusahaan tidak mensejahterakan masyarakat,” katanya dengan tegas.

Selain itu, Alfius Hiluka, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Jayawijaya menilai, pembangunan pangkalan TNI AU akan merusak daerah keramat leluhur setempat.

“Pembangunan itu salah satu penghambat dan perusak kekayaan Papua yang sudah ada saat orang-orang tua kami ada,” katanya.

Itulah sebabnya, lanjut Hiluka, mahasiswa Jayawijaya dengan tegas menolak pembangunan dimaksud.

“Kami mahasiswa-mahasiswi kota studi Manokwari bersikap tegas tolak pembangunan itu. Kami tidak sepakat untuk pembangunan pangkalan TNI AU di Kabupaten Yaukimo,” tegas Hiluka.

Sepi Itlay, Ketua Koorwil Yahukimo juga menyatakan penolakan senada. Itlay mempertanyakan tujuan pembangunan pangkalan TNI AU.

“Kami mahasiswa kota studi Manokwari tolak karena di balik itu ada apa, kami tidak tahu dan melalui itu ke depan terhadap masyarakat seperti apa. Pertama membangun masjid juga kami tolak, maka itu ini juga kami dengan tegas tolak,” tegasnya.

Yali Halitopo, mahasiswa Yalimo juga manyatakan penolakan dimaksud.

“Pembangunan di Jayawijaya itu kami pernah tolak, sehingga sekarang mereka pindah ke Yahukimo. Kami mendukung untuk menolak pembangunan pangkalan TNI AU di Kabupaten Yahukimo,” tegasnya.

(Yepuni Giyai)
FIM Manokwari dan Mahasiswa Lapago Tolak Pembangunan Pangkalan TNI AU di Yahukimo Reviewed by Majalah Beko on 19.39.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.