Breaking News

Berita

Ini Hasil Diskusi dan Nober Perempuan Papua di Manado

Diskusi perempuan Papua di Manado. Foto: Perempuan Papua di Manado.
Nabire, MAJALAH BEKO - - Perempuan Papua di Manado telah menggelar diskusi dengan tema “Perempuan Papua Sebagai Pemberi Hidup” pada Kamis (27/7/2017) malam di Asrama Cenderawasih Putri Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, perempuan Papua di Kota Tinutuan ini menggelar nonton bersama (nober) “Kekerasan Seksual” dan “Pasar Mama-Mama Papua” di kesempatan yang sama.

Dalam rilis yang diterima majalahbeko.com, perempuan Papua di Manado menulis, diskusi dan nober ini dihadiri 43 peserta, terdiri dari 31 perempuan dan 12 laki-laki (termasuk aktivis Free_Pembebasan Manado).

Hasil Diskusi
“Perempuan Papua Sebagai Pemberi Hidup”

Pemateri: Helena Kobogau
Moderator: Nerce Pigome
Notulis: Ance Rekimi

Diskusi diawali dengan doa yang dibawakan oleh Theodora Yatipai. Selanjutnya, moderator mempersilahkan pemateri untuk menjelaskan secara singkat: “Apa itu perempuan? Mengapa perempuan dikatakan pemberi hidup?”

Pemateri: Jelasnya bahwa dikatakan demikian karena kalau kita melihat kembali pada kisah penciptaan bahwa Hawa diciptakan untuk menjadi penolong, penyemangat, dan pelindung Adam.

Setelah penjelasan singkat, moderator membuka diskusi secara bebas. Sebelum diskusi dibuka, pemateri menambahkan pertanyaan bahwa dengan penjelasannya, bagaimana kehidupan perempuan zaman sekarang, terlebih perempuan Papua? Realitanya, bahwa perempuan Papua selalu ditindas dan disingkirkan.

Dalam diskusi, ada beberapa tanggapan, pertanyaan dan jawaban. Berikut tanggapan, pertanyaan dan jawaban tersebut:

Edina Deikme: Apa saja yang dapat kita lakukan agar perempuan Papua tidak lagi disingkirkan?
Pemateri: (1) Semua kembali kepada diri kita sendiri: sejauh mana saya memahami tentang cara bersaing di era sekarang ini. (2) Dari orang tua: orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak perempuan agar supaya anak perempuan yang biasanya dibiarkan begitu saja (tidak disekolahkan) dapat bersekolah dan belajar agar dapat mengerti.
Klabet Kapita (Free_Pembebasan) menambah jawaban pemateri: (1) Perlunya peran pemerintah untuk memperdayakan perempuan dalam hal pendidikan yang berkualitas. (2) Peran organisasi: memberikan pendidikan tentang perempuan agar tahu tentang gender, bahwa laki-laki dan perempuan sama. (3) Bagaimana cara untuk ke depan (saat kembali ke Papua) agar dapat melakukan gerakan-gerakan yang dapat dilakukan untuk dapat memberikan aspirasi.

Eda Mirip: pandangan tentang perempuan (katanya sambil menangis). Perempuan diciptakan untuk melindungi, menjaga, menolong laki-laki, namun pada kenyataannya tidak. Malah ditindas, disingkirkan dan dianggap biasa. Padahal perempuan punya kelebihan yang luar biasa dari laki-laki, yaitu hamil, melahirkan dan menyusui.
Done (Free_Pembebasan) memberikan solusi: (1) Kita harus bersatu antara laki-laki dan perempuan tanpa membeda-bedakan karena kita setara. (2) Saling menghargai karena hidup kita berlandaskan sosialisme. (3) Kita setara, baik laki-laki ataupun perempuan, karena itu yang kita butuhkan saat ini adalah sama-sama kita ditindas, sehingga yang kita butuh saat ini adalah penyatuan pemahaman untuk menuju pembebasan.
Klabet Kapita memberikan penambahan solusi: (1) Pendidikan: memberikan pendidikan agar nantinya dapat melakukan suatu perubahan di Papua ke depan. (2) Berperan juga dalam partai politik. (3) Memberikan pendidikan tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Dr. Jhon Jangkup bahwa: untuk keluar dari genosida, kita diajak untuk keluar dari rumah yang sudah lapuk dan membangun rumah yang baru dari sekarang agar kita dapat hidup tenang, kita juga diajak untuk mengoreksi kembali diri kita, lalu bangun diskusi.

Chiko: mencoba menjabarkan akar persoalan: (1) Perempuan belum siap secara moralitas. (2) Bahaya media sosial. (3) Gereja tidak menjadi tulang punggung. (4) Budaya selalu diangkat. Contoh seperti perjodohan, istilah perempuan selalu didapur dan lain sebagainya. (5) Saling mengabaikan dan berjalan sesuai kemauan laki-laki (tidak saling memotivasi).

Done: penindasan perempuan paling tinggi di Papua disebabkan karena: (1) Miras, (2) Adat istiadat, (3) Budaya partriarki.

Ance Rekimi: menyimpulkan hasil diskusi: Terakhir, bahwa tanpa sadar penindasan terjadi di dalam diri kita hanya karena kita tidak sadar, sehingga kita perempuan harus sadar, bangkit, dan melawan penindasan yang terjadi. Perempuan harus berani bersuara bahwa kita juga adalah manusia yang diciptakan Tuhan setara dengan laki-laki dan kita juga berhak untuk lebih ke depan daripada laki-laki karena kita setara.

Nober dan Hasil Nober

Setelah diskusi, kami menonton bersama film “Kekerasan Seksual” dan “Pasar Mama-Mama Papua”.

Tanggapan Film Kekerasan Seksual

Klabet Kapita: Itu merupakan salah satu pemusnahan etnis yang terjadi. Oleh karena itu, bangkit, satukan barisan dan perjuangkan.
Emil Wakei: Cepat percaya dengan rayuan.
Done: Terpengaruh dengan rayuan gombal karena belum sejahtera (pembodohan terjadi).
Sarlota Uamag: Kurangnya pendidikan seksual.

Tanggapan Film Pasar Mama-Mama Papua

1. Sebaiknya pasar yang di dalam harus mama Papua asli.
2. Pemerintah setempat kurang penyuluhan.
3. Merekomendasikan Pemerintah Provinsi Papua agar melarang memperdagangkan hasil bumi.

Ance Rekimi: Dalam hal ini, pribadi saya sangat sedih bukan saat menonton film saja, tetapi sejak saya melihat mama-mama asli Papua yang berjualan di luar ruangan, apalagi di tanah. Hati sakit sekali. Seakan-akan mereka sedang berjualan di luar tanah Papua. Seakan-akan mereka menjadi pendatang. Sakit hati. Saya sangat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kawan Roberta Muyapa yang telah membuat tim relawan “500 Payung Peduli Mama-Mama Papua”. Semoga ini juga menjadi suatu gerakan yang dapat membuat pemerintah atau pihak yang berhak menangani ini untuk dapat melihat kembali dan memperbaiki semuanya.

(Aten Pekei)
Ini Hasil Diskusi dan Nober Perempuan Papua di Manado Reviewed by Majalah Beko on 23.05.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.