BREAKING NEWS

Berita

Ini Kronologis Represif Terhadap Aktivis KNPB Nabire 1-5 Juli 2017

Luka akibat pemukulan polisi terhadap seorang anggota KNPB Nabire, Martinus Goo. Foto: KNPB Nabire.
Nabire, MAJALAH BEKO - - Badan Pengurus (BP) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire melaporkan kronologis represif (penangkapan, penahanan, dan pemukulan) aparat kepolisian Nabire terhadap aktivis-aktivis KNPB Nabire sejak 1 Juli 2017 hingga 5 Juli 2017.

Dalam pers rilisnya kepada majalahbeko.com, BP KNPB Nabire menuliskan, tiga aktivis masih ditahan di Polres Nabire; satu ditangkap ketika membagikan selebaran 1 Juli, sedangkan dua lainnya ditangkap ketika menuntut pembebasan aktivis KNPB yang ditangkap ketika membagikan selebaran 1 Juli. Sementara, 28 aktivis KNPB lainnya dipukul di halaman Polres Nabire di saat menuntut pembebasan aktivis KNPB yang ditangkap ketika membagikan selebaran 1 Juli.

Ini Kronologisnya

Jumat (30/62017), KNPB memutuskan untuk membagikan selebaran 1 Juli sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan West Papua kepada rakyat Papua di wilayah Nabire. Selebaran ini memuat penjelasan 1 Juli.

Sabtu (1/7/2017) pukul 08.15 WIT, semua anggota KNPB berkumpul di Sekretariat KNPB Nabire, Wespa. KNPB mendatakan semua anggota sebelum membagikan selebaran di jalan raya.

Pukul 09.20 WIT, semua anggota beranjak keluar dari Wespa dan mulai membagikan selebaran. Pukul 13.30 WIT, semua anggota kembali dan melaporkan diri di Wespa. Dikabarkan, pembagian selebaran berjalan aman. Namun, Yanto Waine, seorang anggota KNPB Nabire tidak kembali ke Wespa dan melaporkan diri.

Senin (3/7/2017) sore, Yanto Waine dikabarkan ditangkap ketika sedang membagikan selebaran di Jalan Medan pada Sabtu (1/7/2017).

Selasa (4/7/2017) pagi, KNPB kembali mendatakan para anggotanya sebelum menuntut AKBP Sony Sanjaya, Kapolres Nabire untuk segera membebaskan Yanto Waine dari tahanan Polres Nabire. 30 aktivis KNPB (termasuk Andi Ekapiya Yeimo, koordinator lapangan (korlap) aksi) menduduki Polres Nabire.

Nama-nama aktivis KNPB yang turun jalan ke polres adalah Andi Ekapiya Yeimo, Samuel Kobepa, Martinus Goo, Henok Tebai, Selpianus Woge, Yeki Pigai, Jhon Degei, Piles Degei, Apelian Tebai, Hiskia Pigai, Stevanus Pigai,  Aten Agapa, Orison Makai, Januarius Pigai, Yabres Anouw, Stevanus Woge, Mesak Yatipai, Amoye Tebai, Fincesia Gobai, Belandina Gobai, Amelia Tatogo, Yanuarius Douw, Ria Gobai, Ola Gobai, Frans Bunai, Agus Pigai (A), Agus Pigai (B), Kristina Yeimo, Abimelek Muyapa, dan Sabinus Muyapa.

Pukul 12:00 WIT, 30 aktivis KNPB tersebut turun jalan ke Polres Nabire. Pukul 12.55 WIT, mereka tiba di halaman polres. Mereka bernegoisasi dengan polisi dengan tujuan menuntut pembebasan Yanto Waine yang sudah menjelang 4 hari masih berada di penjara.

Saat itu, polisi menyatakan, Yanto ditangkap hanya karena membagikan selebaran. Tidak ada kasus terkait lain.

Pukul 15.00 WIT, semua anggota KNPB dipukul oleh polisi menggunakan rotan dan karet mati. Saat itu, Andi Ekapiya Yeimo dan Samuel Kobepa ditahan, sedangkan 28 anggota lainnya dipaksa keluar ke depan pintu masuk-keluar polres, dekat jalan raya. Pemaksaan ini dilakukan polisi sambil melakukan pemukulan.

28 aktivis ini tidak tahu apa yang dilakukan polisi terhadap dua teman mereka yang baru ditahan (Andi dan Samuel).

Setalah dipukul, pada pukul 16.00 WIT, 28 aktivis ini disuruh masuk kembali ke halaman polres. Di halaman polres, polisi berjanji akan membebaskan Andi, Samuel, dan Yanto pada sore hari atau pada hari Rabu, 5 Juli 2017.

Seorang anggota KNPB mengatakan, jika besok polisi tidak membebaskan tiga aktivis tersebut, KNPB akan kembali menduduki Polres Nabire.

“Kalau besok kamu tidak kasih keluar kita punya teman tiga, besok kita akan datang ke sini,” tegasnya.

“Terserah. Kamu (28 orang) mau datang sendiri kah atau mau tambah massa kah, urusan,” tanggap seorang anggota polisi.

Setelah itu, pukul 17.00 WIT, 28 aktivis KNPB dipulangkan. Mereka kembali ke Wespa.

Yanto, Andi, dan Samuel masih ditahan di Polres Nabire.

(Red/Beko)
Ini Kronologis Represif Terhadap Aktivis KNPB Nabire 1-5 Juli 2017 Reviewed by Majalah Beko on 19.28.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.