Breaking News

Berita

Setelah Ditahan Sehari, 120-an Aktivis KNPB Nabire Dibebaskan

120-an aktivis KNPB Nabire ditangkap dan diangkut ke dalam truk Polres Nabire di Bukit Meriam. Foto: Ist.
Nabire, MAJALAH BEKO - - 120-an aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Nabire ditahan Kepolisian Nabire, Kamis (6/7/2017) pukul 10.30 WIT di Bukit Meriam (depan warnet Semua Baik), Jalan Jendral Sudirman, Nabire.

Berdasarkan informasi yang dihimpun majalahbeko.com, 120-an aktivis tersebut melakukan aksi damai menuntut pembebasan dua rekan mereka, Andi Ekapiya Yeimo dan Samuel Kobepa yang ditahan pada Selasa (4/7/2017) pagi di halaman Polres Nabire.


Awalnya, massa melakukan long march dari Karang Barat menuju Polres Nabire. Long march dimulai pukul 09.30 WIT.

Ketika tiba di Bukit Meriam pukul 10.30 WIT, massa dihadang aparat kepolisian. Massa diangkut di dua truk polisi dan ditahan di Polsek Nabarua.

Ketika wartawan media ini mengunjungi Polsek Nabarua untuk meminta keterangan terkait penahanan, pihak kepolisian hanya mengatakan, polisi tidak melakukan penahanan, hanya pengambilan data tiap massa aksi.

Pernyataan kepolisian ini dibantah Deserius Goo, Juru Bicara (Jubir) KNPB Nabire. “Tindakan polisi ini jelas-jelas penahanan secara paksa bukan pendataan,” kata Goo saat dikonfirmasi media ini.

Goo menjelaskan, aksi ini bertujuan untuk meminta Kapolres Nabire, AKBP Sony Sanjaya untuk segera membebaskan dua aktivis KNPB yang ditahan di Polres Nabire pada Sabtu (1/7/2017) dan Selasa (4/7/2017) lalu.

“Alasan mereka (massa aksi) untuk mempertanyakan pernyataan Kapolres Nabire, bahwa polisi akan membebaskan Yanto Waine, Andi Ekapiya Yeimo dan Samuel Kobepa pada tanggal 5 Juli 2017,” terangnya.

Untuk Yanto Waine, lanjut Goo, ia telah dibebaskan pada Jumat (6/7/2017) pagi dan ditahan lagi bersama massa aksi lainnya di Bukit Meriam.

Sementara, menurut Laurenzus Kadepa, anggota Komisi I DPR Papua, penanganan pihak kepolisian Nabire buruk dan semakin memperburuk situasi Papua.

“Menurut kami, penanganannya yang sangat berlebihan ini justru akan memperburuk citra negara di tengah tekanan yang keras dari dunia internasional atas semua pelanggaran HAM di Provinsi Papua dan Papua Barat,” kata legislator Papua yang membidangi pemerintahan, hukum, dan HAM itu.

Di Polsek Nabarua, massa aksi didatakan selama enam jam. Setelah itu dipindahkan ke Polres Nabire. Sore hari, sebagian massa aksi dipulangkan. Sisanya dibebaskan pada Jumat (7/7/2017) sore secara tidak bersamaan. Sebagian massa dipulangkan dalam keadaan babak belur, termasuk Andi Ekapiya Yeimo dan Samuel Kobepa.

“Kami dipukul sebelum kami dikeluarkan. Kami dikeluarkan, tapi tidak secara bersamaan. Ada yang mereka (polisi) keluarkan hari Kamis malam. Ada yang dikeluarkan hari Jumat sore. Itu juga dengan waktu yang beda-beda, jam empat, lima, dan enam sore,” ungkap Henok Tebai, seorang anggota KNPB Nabire saat media ini meminta keterangan.

(Aten/Donatus)
Setelah Ditahan Sehari, 120-an Aktivis KNPB Nabire Dibebaskan Reviewed by Majalah Beko on 22.52.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.