BREAKING NEWS

Berita

Yohanes Giyai, Pendiri & Kepala SMA YPKB Ipa’Iye Nabire Meninggal Dunia

Drs. Yohanes Giyai, M.Sc., pendiri dan Kepala SMA YPKB Ipa'Iye. Foto: tabloidbongkar.com
Nabire, MAJALAH BEKO - - Setelah dirawat di RSUD Nabire selama tiga hari, Drs. Yohanes Giyai, M.Sc., pendiri dan Kepala SMA Yayasan Pendidikan Kasih Bangsa (YPKB) Ipa’Iye Nabire meninggal di usianya yang ke-59 tahun, Jumat (7/7/2017) pukul 12.00 WIT.

Hal ini disampaikan seorang keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya di rumah duka, Jalan Perintis, Bumi Wonorejo, Nabire.

“Beliau menghembuskan nafas terakhir tadi siang jam 12 siang setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit,” katanya saat dikunjungi majalahbeko.com.

Ia mengatakan, tak ada penyakit yang diderita almarhum Giyai selama ini. Maut merenggutnya secara tiba-tiba.

“Hari Jumat itu, beliau hanya rasa perutnya kembung, sehingga kami berobat ke klinik saja. Mungkin karena merasa semakin kurang membaik, hari Selasa tanggal 4 Juli 2017, beliau mengajak kami untuk ke rumah sakit. Dari rumah sakit, segala cara sudah kami coba, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkapnya.

Seorang keluarga duka yang enggan menyebutkan namanya juga memohon maaf atas segala kelalaian dan kesalahan yang pernah dilakukan almarhum Giyai terhadap masyarakat, khususnya pengurus yayasan, pengajar, pelajar, dan alumni SMA YPKB Ipa’Iye.

“Kami dari pihak keluarga memohon maaf atas segala kelalaian dan kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap seluruh masyarakat, terlebih khusus kepada alumni, siswa-siswi yang sedang menempu pendidikan di SMA YPKB Ipa’Iye dan seluruh dewan guru, serta pengurus YPKB,” katanya di kesempatan yang sama.

Kesan dan Pesan Sosok Jhon Giyai

Felix Giyai, pengurus YPKB menjelaskan, sosok almarhum yang kerap dipanggil Jhon Giyai adalah sosok yang selalu mengedepankan kasih. Ia mengatakan, almarhum mendirikan YPKB dan sekolahnya karena prihatin soal biaya pendidikan dan pendidikan berbatas usia.

“Almarhum mendirikan yayasan dan membangun sekolah ini hanya karena prihatin dengan banyak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena faktor usia, biaya dan status mereka,” kata mantan guru di SMA YPKB Ipa’Iye itu.

Lanjut Felix, selama kepemimpinannya, almarhum Jhon Giyai selalu menekankan tentang rasa kepedulian terhadap generasi Papua yang tak dapat melanjutkan pendidikan dengan berbagai alasan.

“Kita harus peduli dengan orang Papua dan pendidikannya. Kalau bukan kita yang perhatikan, siapa lagi? Itu pesan yang selalu almarhum sampaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Delian Dogopia, alumni SMA YPKB Ipa’Iye angkatan ke-5 mengatakan, Giyai adalah sosok yang tidak banyak bicara.

“Setelah SMA Ipa’Iye didirikan tahun 2013, saya angkatan ke-5 dan saya mengenal beliau sebagai sosok orang tua yang tak banyak omong,” kata Dogopia.

Ia menambakan, banyak nasehat yang disampaikan sosok Jhon Giyai. Dari sekian banyak nasehat yang ia sampaikan, lanjut Dogopia, terus membaca buku adalah nasehat yang tidak dapat dilupakannya.

“Kalian jangan pernah bosan membaca buku, entah itu buku tentang apa saja karena apa yang kalian baca itu akan bermanfaat di kemudian hari. Saya merasa ungkapan beliau itu benar. Setelah saya mulai menempuh pendidikan ke jenjang berikutnya, saya merasakan sendiri betapa pentingnya membaca,” ungkapnya.

(Donatus Douw)
Yohanes Giyai, Pendiri & Kepala SMA YPKB Ipa’Iye Nabire Meninggal Dunia Reviewed by Majalah Beko on 20.20.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.