Breaking News

Berita

266 Payung Dibagikan kepada Mama-Mama Papua di Nabire

Relawan membagikan payung kepada mama-mama Papua di Gedung KNPI, Kota Lama, Nabire, Papua. Foto: Mikael/Beko.
Nabire, MAJALAH BEKO - - Sebanyak 266 payung dibagikan Relawan 500 Payung Peduli Mama-Mama Pasar Papua kepada mama-mama Papua yang masih berjualan di tempat yang tidak layak di 16 pasar se-Kabupaten Nabire. Pembagian ini dilakukan pada Sabtu (19/8/2017) siang di Gedung KNPI, Kota Lama, Nabire, Papua.

Pembagian bertema “Ekonomi dan Situasi Pasar Mama-Mama Papua di Nabire” yang dilangsungkan dalam “Seminar dan Peluncuran Payung untuk Pasar Mama Papua” ini juga dihadiri belasan relawan dan simpatisan.

Payung hendak dibagikan kepada 254 mama-mama Papua yang telah didatakan relawan di 16 pasar. Relawan telah menentukan kuota ini.


Namun, 12 mama yang belum didatakan muncul ketika pembagian. Akhirnya, relawan memutuskan untuk membagikan payung kepada 12 mama yang terlihat sangat membutuhkan payung sebagai tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Keputusan ini dilakukan dengan mengurangi kuota payung dari Kabupaten Intan Jaya dan Waropen.

Dalam pembagian, para relawan mengkoordinir mama-mama Papua. Relawan memulai rangkaian kegiatan ini dengan menjelaskan latar belakang munculnya “Relawan Pengadaan 500 Payung Peduli Mama-Mama Pasar Papua”.


John Pakage, seorang donatur relawan 500 payung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang mengorganisir gerakan kemanusiaan melayani mama-mama Papua yang luput dari perhatian pemerintah setempat.

Setelah itu, relawan 500 payung memutar video “Relawan 500 Payung Peduli Mama-Mama Papua”. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi (penganti seminar) seputar tema.

Dalam diskusi, beberapa perwakilan mama Papua mengungkapkan perasaan hati mereka. Perwakilan mama Papua mengungkap rasa terima kasih kepada relawan dan rasa sedih akibat sangat minimnya perhatian pemerintah melalui instansi terkait dalam menopang pasar dan ekonomi lokal mama-mama Papua di Nabire.

Selain itu, seorang perwakilan mama Papua mengatakan, ekonomi dan pasar mama Papua teralih ke pedagang non Papua.

“Pinang orang pendatang yang jual. Mereka (orang pendatang) juga jualan sayur, mereka buat noken terus jual. Noken itu mereka sudah tahu jahit. Kami yang jualan noken di bawah panas tidak laku-laku. Semua yang kami punya sudah mereka ambil,” ungkapnya.

Oleh karena itu, mama tersebut meminta agar Bupati dan DPRD Nabire jelih melihat persoalan ini dan membuat sebuah peraturan daerah (perda) yang membatasi aktivitas pedagang non Papua yang membuat mama-mama Papua termarjinalkan.

Sementara, Roberta Muyapa, koordinator umum Relawan 500 Payung Peduli Mama-Mama Pasar Papua mengucap terima kasih kepada mama-mama Papua yang telah mendapat payung.

“Mama-mama, ini yang kami (mahasiswa) bisa berikan. Mama dong jangan lihat dari besar atau kecil apa yang sudah kami kasih. Terima kasih untuk mama semua,” ucapnya dengan nada sedih.

Ia juga berterima kasih kepada relawan tiap koordinator kota yang telah membantu menyukseskan aksi ini.

“Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman relawan di Jawa-Bali, Sulawesi, Sumatera dan Papua. Mereka orang hebat,” ujarnya seraya berharap akan ada aksi lanjutan dari relawan demi mendorong ekonomi dan pasar mama-mama Papua.

Selain itu, Muyapa mengucapkan terima kasih kepada para donator yang telah memberikan yang terbaik untuk mama-mama Papua.

Muyapa berharap, aksi solidaritas yang diprakarsainya ini dapat menginspirasi mahasiswa Papua dan membuka mata pemerintah kabupaten setempat melalui instansi terkait.

“Semoga dari kepedulian ini, banyak sukarela di setiap kabupaten atau kota di seluruh tanah Papua agar pemerintah atau pihak terkait dapat memberi tempat layak atau pasar untuk mama-mama di seluruh tanah Papua,” harapnya.

(Mikael/Aten)
266 Payung Dibagikan kepada Mama-Mama Papua di Nabire Reviewed by Majalah Beko on 09.34.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.