Breaking News

Berita

Bekerja untuk Merubah Diri

Oleh : Emanuel Enaibo Ukago *)
Ilustrasi. Foto: dokumen penulis.
Di suatu pagi hari, saya melintasi sebuah jalan yang terletak 100 km  di sebelah rumah saya. Seketika saya keasikan berjalan menikmati keindahan pagi itu, saya berjumpa dengan seseorang yang sedang bekerja di pinggiran jalan yang sedang saya lalui itu. Saya menghampiri orang itu dan menyapanya, Saudara selamat pagi”. Dia pun menyapaku dengan baik. Dia melanjutkan pekerjaannya dengan semangat dan tanpa mengenal lelah.

Saya ingin melanjutkan perjalanan, namun hati saya menjadi keberatan untuk ingin mengetahui tujuan dari apa yang dilakukan oleh pekerja itu.

Saudara, mengapa saudara melakukan pekerjaan ini? Kan ada pemerintah daerah untuk melakukan pekerjaan ini. Ini kan tugasnya pemerintah untuk mengerjakannya,” ucap saya kepadanya.

Sambil kerja, pekerja itu menjawab pertanyaan saya. Saudara, jikalau kita menunggu atasan kita untuk menyelesaikan hal sepeleh macam begini, bagaimana mereka bisa menyelesaikan hal yang lebih besar nanti. Ada kala baiknya juga kita ambil bagian untuk menyelesaikan hal sepeleh seperti yang sedang saya lakukan ini. Dengan begitu kan kita sudah membantu mereka. Kita kan sebagai makhluk sosial, saling membantu antara satu sama lain.

Saudara, apa saudara tak malukah seketika saudara punya teman atau pacar lewat baru lihat saudara kerja seperti bagini?” tanya saya kepadanya.

Saudara, biar orang mereka mau tertawa kita, mau hina kita dengan apa yang kita lakukan, abaikan mereka saja toh. Sebab, apa yang kita lakukan ini bukan untuk pribadi kita, tapi inikan untuk kita semua. Jadi, apa yang sedang saya lakukan ini saya tidak rasa malu, saudara. Apa yang saya lakukan ini kan untuk kita. Kalau orang mau tertawa saya kah, mau hina saya kah, itu semua saya jadikan motivasi. Suatu saat juga mereka nanti sadar toh”.

Kata pekerja itu lagi, “Apa yang saya lakukan ini untuk kita semua, tapi berkat dari kita punya Bapa di Surga kan untuk saya dan saya tahu itu lebih besar dari apa yang saya sedang lakukan ini, saudara.

Ketika saya mendengar jawaban dari semua pertanyaan dari saudara saya ini, saya sangat termotivasi dan membakar seluruh asah tubuh ini dan yang paling terkesan bagi saya adalah umur pekerja itu seumuran dengan saya, 18 tahun, masih sangat muda sekali.

Dia mengerjakan semua itu dengan semangat, tabah, dan pantang menyerah. Walaupun dia masih muda, tapi dia sangat berani melakukan hal itu. Jujur, kalau saya, saya tidak mungkin melakukan hal seperti saudara itu lakukan, karena saya malu, apabila saya punya teman atau pacar lewat, mereka akan menertawakan saya.

Tapi, apa yang dilakukan oleh saudara itu dan jawaban yang saya dapat dari saudara itu sangat benar dan benar-benar memberi saya motivasi yang luar biasa. Semua yang dilakukan oleh pekerja itu membuka wawasan saya dan saya mulai berpikir bahwa di dunia ini tidak ada hal yang paling rendah, jika kita lakukan hal besar maupun kecil untuk kepentingan bersama. Percayalah, upah yang akan kita dapat dari Bapa di Surga itu lebih besar dari apa yang kita lakukan.

Saudara, saya sangat berterima kasih sekali. Jika saya tidak ketemu saudara, mungkin saya tidak dapat pelajaran secara cuma-cuma ini. Saudara, ko tra kosong, ko paling mantap su. Jika di tanah Papua ini banyak orang seperti saudara, mungkin kitong su merdeka dari dulu eee, sebelum negara lain merdeka. Saudara terima kasih.

*) Penulis adalah anak rantauan dan mahasiswa Unipa Manokwari
Bekerja untuk Merubah Diri Reviewed by Majalah Beko on 19.17.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.