Breaking News

Berita

Deiyai Berdarah, Mahasiswa di Malang Tuntut Negara Bertanggungjawab

Aksi Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme di Malang. Foto: malangtoday.net.
Malang, MAJALAH BEKO - - Puluhan Mahasiswa Papua yang tergabung dalam  Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme melakukan aksi damai di Bundaran Balai Kota Malang hari ini, Rabu (9/8/2017).

Dalam aksi, massa aksi menuntut Negara Indonesia untuk bertanggungjawab atas penembakan brutal  anggota Brimob pada Selasa (1/8/2017) lalu di Kampung Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua yang menewaskan salah satu pemuda atas nama Yulianus  Pigai dan sebagian lainnya luka-luka.

Pelle, seorang massa aksi, dalam orasinya mengatakan, orang Papua hidup damai tanpa militer.

Menurut Pelle, kehadiran militer di tanah Papua hanya untuk membunuh orang Papua.

Kami, masyarakat Papua bisa hidup damai di atas tanah Papua tanpa militer. Militer di Papua hanya membawa luka bagi kami, rakyat Papua. Kehadiran militer di tanah Papua hanya untuk membunuh dan memperkosa rakyat Papua di atas tanahnya sendiri, bukan untuk mengamankan,” katanya.

Selain itu, Yusni menyampaikan aspirasinya mewakili kaum perempuan. Dalam orasinya, ia menegaskan, penegakan hukum di Indonesia tidak pernah ada dan hanya memetingkan kaum kapitalis Papua.

“Penegakan hukum bagi rakyat Papua tidak ada. Undang-undang yang ada di Papua hanya berlaku bagi kaum kapitalis yang mementingkan perut mereka,” tegasnya.

Hal itu dikatakan Yusni lantaran kasus-kasus pelanggaran HAM Papua masih belum diusut tuntas sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1961 hingga kini.

Penembakan dan pelanggaran HAM yang terjadi hingga sekarang belum pernah diungkap satu pun,” pungkas Yusni seraya berharap negara dapat mengusut tuntas kasus penembakan di Oneibo.

Selain berorasi, massa aksi damai ini juga menuntut pertanggungjawaban Negara Indonesia atas kejahatan kemanusiaan di Papua yang disuarakan dan ditulis dalam pernyataan sikap. Dalam pernyataan tertulis yang diterima majalahbeko.com, Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Papua menuntut:

1. Indonesia harus bertanggungjawab atas tragedi kemanusiaan di Deyai, Papua
2. Tangkap, adili dan penjarakan pelaku penembakan yang menewaskan 1 dan 6 lainnya luku-luka
3. Tutup PT. Dewa dan perusahaan lainnya yang merupakan dalang kejahatan di tanah Papua
4. Menolak rencana pembangunan pangkalan militer TNI AU dan Mako Brimob dari tanah Papua
5. Tarik militer organik dan non organik dari tanah Papua
6. Buka seluas-luasnya ruang kebebasan pers dan menyampaikan pendapat di muka umum
7. Dan, kepada PBB, berikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai penyelesaian persoalan Papua sesuai hukum internasional

Selain mahasiswa Papua, aksi damai ini juga didukung oleh organisasi solidaritas, di antaranya Serikat Masyarakat Kebudayaan Indonesia (SeBUMI), Sanggar Malaka, dan beberapa organisasi solidaritas lainnya.

(Neson Elabi)
Deiyai Berdarah, Mahasiswa di Malang Tuntut Negara Bertanggungjawab Reviewed by Majalah Beko on 18.34.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.