Breaking News

Berita

Ini Tanggapan IM-PJ Gorontalo Soal Konflik di Puncak Jaya

Mahasiswa Puncak Jaya di Gorontalo. Foto: LY/Beko.
Nabire, MAJALAH BEKO - - Ikatan Mahasiswa Puncak Jaya (IM-PJ) kota studi Gorontalo dalam rilis yang diterima majalahbeko.com, Minggu (6/8/2017), menuliskan tanggapan berisi tuntutan dan harapan atas konflik horizontal antara masyarakat pendukung calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 (Yustus Wonda-Kirenius Telenggen) dan nomor urut 3 (Yuni Wonda-Deinas Geley) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Berikut tuntutan dan harapan tersebut:

Pada hari Sabtu 5 Agustus 2017, keluarga besar Ikatan Mahasiswa Puncak Jaya (IM-PJ) kota studi Gorontalo menyampaikan tuntutan dan harapan atas kejadian konflik horizontal yang tercipta antara masyarakat pendukung nomor urut 1 dan masyarakat pendukung nomor urut 3. Konflik tersebut terjadi mulai awal pemilu hingga sampai saat ini.

Edi Enumbi selaku Ketua IM-PJ Gorontalo mengatakan dan menghimbau kepada mahasiswa Puncak Jaya, bahwa mahasiswa adalah tulang punggung pemerintah dan masyarakat harus jelih terhadap apapun yang terjadi dalam pemerintahan, masyarakat dan orang Papua pada umumnya.

Kepada calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 dan nomor urut 3, seharusnya turun tangan sendiri di lapangan dan mengamankan massanya masing-masing, dan bukan menjadi wasit pertandingan.

Emison Gire S,Hut. selaku Pembina IM-PJ, meminta Pemerintah Puncak Jaya melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mendorong masalah ini sampai di Mahkamah Konstitusi (MK) agar supaya cepat diputuskan dengan jelas siapa pemenang pilkada, sehingga masyarakat yang mendukung antara calon bupati nomor urut 1 dan 3 tenang dan menerima keputusan MK dengan besar hati, karena siapapun yang terpilih adalah pemimpin daerah Puncak Jaya.

Tuntutan Generasi Penerus Puncak Jaya

Kami keluarga besar IM-PJ Gorontalo menuntut kepada calon Bupati dan calon Wakil Bupati Puncak Jaya untuk segera memberikan sebuah gambaran kepada pendukung masing-masing, sehingga tidak terjadi saling serang-menyerang agar tidak memakan banyak korban jiwa hanya karena kepentingan elit-elit politik tertentu.

Kami juga menuntut kepada lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) harus profesional untuk dapat mengambil sikap dan memutuskan hasil pemungutan suara ulang (PSU) dari 6 kecamatan sesuai dengan perolehan suara masing-masing bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya atas dukungan Allah, dukungan alam, dukungan rakyat Puncak Jaya untuk periode 2017-2022, mengingat putusan MK adalah mutlak dan siapapun tidak bisa intervensi.

Kami juga menuntut kepada panitia penyelenggara, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus netral memberikan penjelasan atau data secara administrasi sesuai dengan kondisi lapangan yang dapat diinput, tanpa intervensi atau presepsi hanya karena dugaan.

Harapan Generasi Penerus Puncak Jaya

Kami keluarga besar IM-PJ Gorontalo sangat mengharapkan kepada holistis rakyat Puncak Jaya dan tim sukses masing-masing pasangan calog harus terima dengan lapang dada apa yang akan diputuskan oleh lembanga tertinggi negara, yaitu Mahkamah Kontitusi (MK) Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan syarat-syarat administrasi yang sudah diatur dalam undang-undang pilkada, baik itu bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, gubernur dan wakil gubernur di tingkat nasional.

Mereka yang mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati  Puncak Jaya adalah putra terbaik Puncak Jaya dan mereka juga akan memajukan Puncak Jaya sesuai dengan visi dan misi  mereka untuk periode 2017 sampai dengan 2022 yang akan datang.

(Aten Pekei)
Ini Tanggapan IM-PJ Gorontalo Soal Konflik di Puncak Jaya Reviewed by Majalah Beko on 08.17.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.