Breaking News

Berita

Lomba Goyang Aster AA-Pandodei Sulawesi, Gaiwao Wate Juara Satu, Masyarakat Antusias

Dari kiri ke kanan: Heru A. Gobai, perwakilan tim aster Rebax, Kali Bobo Cilik, dan Gaiwao Wate. Foto: Manfret Kudiai
Nabire, MAJALAH BEKO - - Asosiasi Almamater Paniai, Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya (AA-Pandodei) se-Sulawesi melalui panitia penyelenggara (panpel) Natal, Ajang Kreativitas dan Tahun Baru AA-Pandodei se-Sulawesi 2017 menggelar lomba goyang aster, Minggu (13/8/2017) sore di Sekretariat KNPI, Kota Lama, Nabire, Papua.

Heru Alfons Gobai, ketua panpel Natal AA-Pandodei se-Sulawesi 2017 mengatakan, sebagian masyarakat Nabire menyukai goyang aster, sehingga panpel tahun ini mengikutkan goyang aster dalam program pencarian dana Natal, ajang kreativitas dan tahun baru AA-Pandodei se-Sulawesi 2017.

“Kami lihat keadaan yang ada. Aster ini banyak peminatnya, maka kami (panitia) mengadakan lomba ini,” katanya kepada majalahbeko.com seusai perlombaan.

Akibat situasional dan perdana digelar, Gobai mengaku, masyarakat Nabire yang menyukai aster antusias.

“Masyarakat bilang, terima kasih sudah buat lomba ini. Masyarakat terhibur. Kami merasa didukung dari para peserta dan penonton,” ungkapnya.

Gobai mengatakan, sebanyak 10 peserta terdaftar dan mengikuti lomba ini, yaitu Rejago, OMK KSK, Rebax, BWASWA, Gaiwao Wate, Melina Tabuni, BMN Two, Arema, Kali Bobo Cilik, dan Resamkako.

Tiga juri menilai dan menentukan pemenang dalam lomba ini. Juri-juri tersebut adalah Roberta Muyapa, Philepin Tenouye, dan Marten Tenouye. Berdasarkan keputusan juri, Gaiwao Wate mendapat juara satu, disusul Kali Bobo Cilik dan Rebax. Para pemenang diberikan piala dan uang pembinaan secukupnya.

“Ada 10 tim yang terdaftar. Mereka mengikuti lomba. Akhirnya, hanya tiga saja yang dipilih tim juri. Juara satu dari Gaiwao Wate, juara dua dari Kali Bobo Cilik, juara tiga dari Rebax,” kata Gobai.

Roberta Muyapa, ketua juri goyang aster mengatakan, terdapat tiga kriteria yang ditetapkan tim juri. Tiga kriteria tersebut adalah kekompakan (harmonisasi), kreativitas, dan ekspresi (penjiwaan).

“Berdasarkan tiga kriteria yang kami tetapkan, tiga tim atau peserta kami tetapkan sebagai juara,” katanya di kesempatan yang sama.

Penggagas aksi 500 Payung Peduli Mama-Mama Papua ini juga mengaku, para penonton antusias.

“Penonton dan yang ikut berlomba sangat luar biasa karena baru pertama kali kawan-kawan dari Sulawesi yang buat, apalagi aster lagi tren,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Muyapa mengapresiasi panpel goyang aster. Ia berharap, panpel dapat membuat perlombaan yang mengetren.

“Kita ikut tren itu lebih baik karena kita ikut situasi masyarakat. Semoga ke depan, kawan-kawan Sulawesi bisa bikin kegiatan baru lagi,” harapnya.

Dalam rangka menggalang dana Natal juga, panpel AA-Pandodei se-Sulawesi menggelar turnamen sepak bola AA-Pandodei se-Sulawesi Cup 2017 di lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai.


Turnamen yang telah memasuki babak 16 besar.ini ditunda setelah HUT Republik Indonesia ke-72, pasalnya Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai sedang digunakan untuk persiapan HUT tersebut.

(Aten Pekei)
Lomba Goyang Aster AA-Pandodei Sulawesi, Gaiwao Wate Juara Satu, Masyarakat Antusias Reviewed by Majalah Beko on 20.16.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.