Breaking News

Berita

Mahasiswa Unipa Tolak Pemberian Materi oleh Pangdam, Dandim dan Kapolda Papua Barat

Situasi pemalangan pintu gerbang Unipa oleh Solidaritas Mahasiswa Peduli Kampus Unipa bersama puluhan mahasiswa. Foto: Ronald Karsao Seliokli
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) yang terhimpun dalam Solidaritas Mahasisiswa Peduli Kampus Unipa Manokwari memalang pintu gerbang Unipa, Senin (14/08/2017) pukul 09.00 WIT. Aksi pemalangan ini dilakukan sebagai bentuk penolakan pemberian materi oleh Pangdam, Dandim dan Kapolda Papua Barat dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unipa tahun akademik 2017/2018.

Di depan wakil rektor III, dekan-dekan fakultas, panitia PKKMB, dan puluhan mahasiswa Unipa, Bocor Magai, koordinator aksi penolakan mengatakan, mahasiswa dengan tegas menolak pemberian materi dari Pangdam, Dandim, dan Kapolda Papua Barat karena, menurut mahasiswa, ketiga pemateri tersebut sebagai aktor-aktor pelanggaran HAM di seluruh tanah Papua.

“Berdasarkan fakta, mereka itu adalah pelaku-pelaku kejahatan pelanggaran HAM di seluruh tanah papua dan kampus Unipa bukan kampus militer. Mereka memberikan materi tentang kebangsaan dan cinta tanah air pada jam 10 pagi, tetapi kami di sini melakukan aksi penolakan supaya mereka tidak diijinkan untuk memberikan materi. Kami tolak,” tegas Magai di depan pintu masuk kampus saat pemalangan.

Dikatakan Magai, panitia mewajibkan peserta PKKMB membawa umbul-umbul bendera Merah Putih.

Menurut Magai, seharusnya panitia PKKMB membuat kegiatan yang sesuai, bukan sebaliknya.

“Ini bukan pertemuan kenegaraan. Kami menilai itu. Jadi, ini adalah PKKMB atau pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru. Jadi, kegiatan apapun yang dilakukan harus berkaitan dengan kampus, bukan dengan mengundang orang luar,” tutur Magai.

Ia menilai, umbul-umbul tersebut digunakan untuk memolitikkan situasi politik di tanah Papua yang sedang dibahas di dunia internasional.

“Ini untuk bahan politik di Negara Republik Indonesia. Ini politis sekali,” kata Magai.

Sementara, mewakili panitia PKKMB dan pihak Unipa, Hendrik Arwam selaku Wakil Rektor III Unipa mengatakan, pihak kampus dan panitia menerima aspirasi Solidaritas Mahasisiswa Peduli Kampus Unipa.

“Tadi kami sudah menolak bersama mahasiswa. Tetapi, untuk materinya tetap berjalan. Jadi, apabila kalau Pangdam, Dandim atau Kapolda Papua Barat datang, saya fikir, tadi kita sudah bersepakat menolak,” kata Arwam.

Ia mengapresiasi Solidaritas Mahasisiswa Peduli Kampus Unipa dan meminta mahasiswa menjaga keamanan bersama di lingkungan kampus.

“Kita mencegah yang tidak kita inginkan bersama dan menjaga keamanan, serta ketertiban di lingkungan kampus Unipa yang kita cintai,” pinta Arwam.

(Akulian Gobai)
Mahasiswa Unipa Tolak Pemberian Materi oleh Pangdam, Dandim dan Kapolda Papua Barat Reviewed by Majalah Beko on 14.52.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.