Breaking News

Berita

Sikapi Tragedi Deiyai Berdarah, Ini Aksi Mahasiswa Meeuwo di Manokwari

Aksi 100 lilin mahasiswa Meeuwo di Manokwari. Foto: Petrus Yatipai/KM.
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Menyikapi penembakan di Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai pada 1 Agustus 2017, puluhan mahasiswa Meeuwodidee (Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai) yang terhimpun dalam Tim Patroli Meeuwo Manokwari telah menggelar diskusi dan pemasangan 100 lilin, Jumat (4/8/2017) malam di Asrama Deiyai, Jalan Manunggal Besar, Amban, Manokwari, Papua Barat.

Dalam diskusi, mahasiswa Meeuwo mengulas kasus penembakan yang menewaskan nyawa seorang warga sipil (Yulianus Pigai) dan delapan lainnya kritis.

Marthen Goo, Sekretaris Tim Patroli Meeuwo Manokwari menyatakan dengan  tegas agar pelaku segera diproses hukum. Pasalnya, Goo menilai, pelaku “Deiyai Berdarah” ini telah melanggar UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Peristiwa penembakan yang terjadi di Deiyai pelakunya harus diproses secara hukum karena sangat melanggar UUD No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” katanya tegas.

Untuk itu, Goo meminta, pelaku harus dikenakan KUH Pidana Pasal 338.

Karena mereka yang mati ini dengan kena peluru besi di tubuh korban itu membuat nyawa hilang, maka, kami meminta agar dikenakan KUH Pidana Pasal 338 yang berbunyi; Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” pintanya.

Selain itu, Goo menambahkan, pihaknya meminta agar para kepala daerah dan DPRD Meeuwo segera mencabut izin usaha PT Dewaa Krisna dan PT Dewa Ray dari daerah Meeuwo.
Untuk itu, kami meminta dengan tegas, bahwa PT Dewa Kresna dan PT Dewa Ray segera mencabut surat ijin perusahan dan angkat kaki pulang dari daerah Meeuwodide,” pintanya tegas.

Goo juga meminta dengan tegas, segera batasi pembukaan pos-pos aparat keamanan di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai, bahkan di wilayah Meeuwo.

Goo mengatakan, mahasiswa Meeuwo di Manokwari merasakan duka yang mendalam dan sangat kecewa atas tindakan brutal gabungan aparat kepolisian di Deiyai yang tidak beretika kemanusiaan.

“Kami merasakan duka yang mendalam serta kecewa berat atas matinya generasi penerus kami yang dibatasi hidup dengan peluru panas oleh aparat kepolisian Indonesia,” katanya.

Senior mahasiswa Meeuwo di Manokwari, Delian Dogopia memaknai aksi penyalaan 100 lilin di Asrama Deiyai. Dogopia mengatakan, aksi ini sebagai tanda pembukaan kegelapan duka di Papua, khususnya Deiyai demi menerangi tindakan kegelapan yang diatur aparat kepolisian dan oknum-oknum yang terlibat.

Duka orang Papua di Deiyai memang hal yang terjadi di dalam tindakan kegelapan, makanya kami harus nyalakan lilin ini untuk menerangi semua tindakan kegelapan yang diatur oleh mereka, aparat penghabis nyawa manusia,” katanya seraya menyalakan lilin.

Dengan pemasangan dan penyalaan 100 lilin, Dogopia berharap dapat membawa proses penyelesaian masalah di Oneibo hingga mendapat hasil positif bagi masyarakat Deiyai, khususnya keluarga korban.

“Kami berharap, terangnya lilin ini menuntun proses penyelesaian hingga mendapatkan hasil yang terang,” harapnya dengan nada sedih.


Berdasarkan diskusi bersama, mahasiswa Meeuwo melalui Tim Patroli Meeuwo di Manokwari menyatakan lima sikap. Berikut lima pernyataan sikap tersebut:

Pertama; Kami (mahasiswa atau Tim Patroli Meeuwo di Manokwari) meminta dengan tegas segera mencabut surat ijin PT Dewa Kresna dan PT Dewa Ray
Kedua; Kami membatasi ekspansi pos Brimob Meeuwo Kabupaten Deiyai
Ketiga; Kami meminta dengan tegas pelaku harus diproses secara hukum
Keempat; Kami mengutuk tindakan aparat kepolisian yang telah menembak masyarakat sipil di Oneibo, Kabupaten Deiyai
Kelima; Kami mendukung tim investigasi yang dibentuk dari DPRD Kabupaten Deiyai untuk menindak lanjuti penyelesaian proses pelanggaran HAM di Deiyai secara transparansi

Demikian surat pernyataan sikap ini dibuat untuk ditindak lanjuti secara transparansi oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam peristiwa Deiyai Berdarah” 1 Agustus 2017.

(Yepuni Giyai/Petrus Yatipai)
Sikapi Tragedi Deiyai Berdarah, Ini Aksi Mahasiswa Meeuwo di Manokwari Reviewed by Majalah Beko on 06.11.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.