Breaking News

Berita

Solidaritas Kemanusiaan Jayawijaya Gelar Aksi “1000 Lilin Jayawijaya for Deiyai”

Aksi "1000 Lilin Jayawijaya for Deiyai". Foto: EB/Beko.
Jayawijaya, MAJALAH BEKO - - Tragedi penembakan di Kampung Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai pada 1 Agustus 2017 mendapat rasa simpati dari berbagai kalangan. Di Jayawijaya, ada aksi “1000 Lilin Jayawijaya for Deiyai” yang digelar Solidaritas Kemanusiaan Jayawijaya pada Sabtu (5/8/2017) malam di halaman kantor DPRD Jayawijaya, Jalan Yos Sudarso, Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Lenny Doga, Lurah Wamena Kota mengatakan, aksi ini merupakan wujud solidaritas pemuda-pemudi di Kabupaten Jayawijaya terhadap tragedi penembakan di Oneibo, Deiyai.

“Kami mengadakan kegiatan ini tidak ada unsur politik, tidak ada unsur apa-apa. Ini murni inisiatif dari kami, pemuda-pemudi di Kabupaten Jayawijaya. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kasus penembakan kemarin di Deiyai,” kata penggagas aksi 1000 lilin ini dalam jumpa pers kepada wartawan.

Hal senada disampaikan Samuel Pigai, pembawa acara (MC) aksi 1000 lilin.

“Kami (Jayawijaya) ini jantung Papua. Kami rasa, tangan kiri kami dilukai, jadi kami bikin tanda protes kami dengan asksi 1000 lilin. Kegiatan yang kami lakukan ini secara spontan, tidak ada unsur apapun. Ini timbul dari hati untuk tanah Papua, khususnya Oneibo, Deiyai,” katanya dalam sambutan aksi.

Selain itu, Engel Sorabut, Sekretaris Dewan Adat Meepago wilayah Baliem menyampaikan hal senada.

“Aksi 1000 lilin ini sungguh luar biasa. Ini menunjukan kebersamaan kami (orang Papua) dan sebagai bentuk duka kami terhadap saudara-saudara kami di Deiyai. Ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap situasi yang terjadi di Deiyai,” katanya.

Sementara, Simon Kudiai, Wakil Kepala Suku Mee di Jayawijaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Solidaritas Kemanusiaan Jayawijaya yang telah menggelar aksi dimaksud. “Kami dari keluarga korban menyampaikan terima kasih,” kata Kudiai dalam jumpa pers.


Aksi solidaritas ini dilalui dengan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu kata sambutan (MC), nyanyi bersama lagu “Tanah Papua”, doa, hening, pembacaan Firman Tuhan, sepatah kata, pembacaan puisi, arakan peti mati, pemasangan lilin, peletakan dan penyalaan lilin di samping peti oleh simpatisan yang hadir.

Diiringi lagu Mambesak yang membuat suasana makin terharu, pembakaran peti mengakhiri acara sebagai simbol matinya HAM di tanah Papua, khususnya di Oneibo, Tigi, Deiyai, Papua.

Beberapa anak mamajangkan pamflet, di antaranya bertuliskan; "Melalui Aksi 1000 Lilin Jayawijaya, Kami Turut Berduka Atas Tragedi Deiyai 1 Agustus 2017" dan "Pihak Kepolisian Segera Bertanggungjawab Atas Tragedi Deiyai".

Rangkaian aksi 1000 lilin yang diikuti ratusan simpatisan ini berjalan aman hingga akhir.

(EB/Beko)
Solidaritas Kemanusiaan Jayawijaya Gelar Aksi “1000 Lilin Jayawijaya for Deiyai” Reviewed by Majalah Beko on 21.42.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.