BREAKING NEWS

Berita

Terkait Kasus Deiyai Berdarah, Begini Sikap DPR dan Pemkab Deiyai

Alfreth Pakage sedang menandatangani surat pernyataan sikap bersama DPR dan Bupati Deiyai. Foto: PK/Beko.
Deiyai, MAJALAH BEKO - - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai telah menyatakan sikap terkait kasus “Deiyai Berdarah” 1 Agustus lalu di Kampung Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua.

Sikap tersebut dinyatakan melalui surat pernyataan bersama Bupati dan DPR Kabupaten Deiyai yang telah ditandatangani di Aula DPR Deiyai, Rabu (23/8/2017), disaksikan berbagai elemen di Deiyai.

Alfreth Pakage, ketua panitia khusus (pansus) DPR Deiyai mengatakan, kehadiran bupati, para wakil rakyat, TNI/POLRI hanya untuk melayani rakyat.

Dikatakan Pakage, seluruh rakyat Deiyai telah menyatakan sikap agar PT Putra Dewa Paniai (PDP) dan Brimob segera angkat kaki. Sikap tersebut disampaikan dalam aksi damai yang digelar Senin (21/8/2017) lalu.


Pakage menambahkan, demi menjawab aspirasi tersebut, DPR Deiyai telah membentuk pansus. Pansus telah melakukan evaluasi dan menilai tentang kondisi daerah dan kejadian yang terjadi pada 1 Agustus lalu.

“Demi menindaklanjuti aspirasi rakyat, DPR Deiyai telah rumuskan pernyataan bersama, maka kami (DPR Deiyai) minta kepada Bupati Deiyai agar segera melakukan peralihan izin usaha kepada perusahaan lain,” tegasnya.

Untuk Brimob, kata Pakage, pihaknya meminta Kapolda Papua melalui Kapolres Paniai agar segera mencabut kesatuan Brimob dari Kabupaten Deiyai dan hanya melakukan penambahan personil pada polsek dan TNI melalui perwira penghubung POLRI/TNI demi pengamanan masyarakat putra daerah dan masyarakat pendatang di Kabupaten Deiyai.

Dance Takimai, Bupati Deiyai mengatakan, aparat keamanan kesatuan Brimob harus pulang dan keluar dari Kabupaten Deiyai.

“Brimob harus pulang, tapi keamanan harus jaga bersama semua pihak,” tegas Takimai.

Sebagai kepala daerah, ia menginginkan agar Kabupaten Deiyai harus berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Ia meminta kepada semua pihak agar jangan menjual togel dan miras, serta berjudi di Deiyai.

Takimai juga meminta kepada Kapolres Paniai agar hari ini juga melaporkan kepada Kapolda Papua tentang tuntutan tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Takimai, untuk membangun suatu daerah, ada tiga komponen yang saling membutuhkan; pemerintah daerah, rakyat, dan pihak ketiga.

“Namun, rakyat Deiyai telah sepakat untuk usir PT Dewa (PDP). Kami setuju agar PT Dewa keluar dari Deiyai,” katanya.

(PK/Beko)
Terkait Kasus Deiyai Berdarah, Begini Sikap DPR dan Pemkab Deiyai Reviewed by Majalah Beko on 14.06.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.