BREAKING NEWS

Berita

Ilmuwan Amerika Menciptakan Virus HIV/AIDS Untuk Memusnakan Africa dan Papua

Oleh : Nomen Douw
Ilustrasi. Foto: Dokumen penulis.
“Latar belakang penyakit kelas dunia yang tidak asing lagi ini, ternyata diciptakan oleh ilmuwan Amerika untuk membunuh kaum tertentu demi kepentingan politik Negaranya

Melalui banyak sumber dari buku, artikel, film documenter, surat kabar dan lainya menceritakan akan munculnya virus HIV/AIDS di Africa melalui transaksi hubungan intim dengan kera hijau. Hal ini pertama kali dikemukakan oleh badan WHO (World Health Organization), badan PBB untuk kesehatan dunia, mereka mengklaim keterlibatan virus mematikan ini banyak membunuh sejuta nyawa di tanah Africa. Ya, barangkali definisi tentang asal usul virus ini benar karena banyak kaum intelektual berpendapat sama, namun juga belum juga dikatakan benar 100% karena sebuah cerita sejarah manusia bisa mengubah demi kepentingan suatu negara atau kelompok tertentu. Namun, ada teori lain menyatakan virus HIV/AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptakan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika – Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

“HIV merupakan istilah baru bagi virus lama bernama SV40 yang digunakan oleh Dokter Hilary Koprowski untuk menginfeksi sistem imun 300.000 orang negro Afrika pada tahun 1957 hingga 1960 (Gray, 2009 : .96-102). Koprowski melakukan ‘percobaan’ infeksi vaksin polio melalui mulut (live oral polio vaccine) kepada ras kulit hitam di Afrika atas dasar rasisme. Namun demikian, Koprowski menolak tuduhan bahwa ia terlibat dalam menciptakan AIDS dan mengatakan bahwa demografi dari persebaran penyakit di Afrika dapat dijelaskan dengan faktor-faktor lain yang tidak berhubungan dengan prosedur vaksinasi (Gray, 2009 : 97)”.

Virus HIV/AIDS di Africa

Jika melihat ke daerah yang dihuni kulit hitam seperti di benua Afrika, beberapa negara di sana memiliki kekayaan alamnya yang luar biasa, sehingga untuk menggambil kekayaan itu, Amerika melalui PBB mengirim bantuan sembako ke Afrika, karena di sana terjadi kelaparan adanya konflik horizontal antara suku, agama dan kelompok militan. Konflik ini dapat dimanfaatkan oleh negara berkepentingan (AS). Sehingga, Amerika mengakomodir pemerintahan yang berkuasa di Afrika dengan tujuan merampas kekayaan milik orang Afrika. Afrika kaya akan rempah-rempah. Amerika berkeiginan untuk merampas secara politik halus melalui PBB dengan mendirikan negara-negara boneka di Afrika, misalnya Negara Transkei, Negara Bophutha Tswana, Negara Venda dan Negara Ciskei. Adanya negara boneka ini, Amerika berhasil memecah bela persatuan orang Afrika dengan politik adu domba (politik devide et inpera).

Orang Africa dihancurkan melalui inflasi militer Amerika yang katanya pasukan perdamaian terhadap konflik sosial yang terjadi. Padahal militer AS ini dikirim untuk membunuh militan daerah yang memberontak melawan Pemerintah yang membuka pintu investasi asing ke Negara mereka. Banyak dalih yang diciptakan oleh Negara super power ini (AS) demi untuk mengamankan kepentingan dan menggambil kekayaan milik rakyat Afrika. Misalnya, melawan pemberontak demi mengamankan rakyat Afrika yang diserang oleh kelompok bersenjata, melawan teroris yang melawan Negara berdaulat di Afrika. Padahal yang sebenarnya tidak demikian, hanya politik halus yang dimainkan Amerika. Sejauh ini, Amerika sudah berhasil mencengkram sebagian kekayaan dari orang Afrika.

Adanya populasi orang Afrika yang meningkat luas, Amerika semakin tipis dalam ruang gerak untuk terus mencuri kekayaan orang Afrika, sehingga alternatif yang dipakai Amerika sebagai komprominya adalah, ilmuwan kelas kakap Amerika telah berhasil menciptakan virus HIV/AIDS. Percobaan pertama virus itu dilakukan melalui makanan yang dibawa masuk oleh badan Unicef (PBB) ke Afrika dalam program bantuan sosial. Virus mematikan ini bukan berawal dari monyet kepada manusia Afrika yang katanya berasal dari Negara Kamerun. Ini hanya dogma yang dibuat oleh Amerika untuk menyembunyikan sikap kotornya kepada mata dunia.

Ada peneliti yang dilakukan oleh Amerika terhadap ras Negroid yang memiliki hormon agak berbeda dari ras lainya. Sehingga virus HIV/AIDS ini dibuat sedemikian rupa dengan tujuan menggenosidakan manusia kulit hitam yang menghuni di bumi dimana ada kekayaan alamnya yang berlimpah. Kita bisa melihat saat ini dan melihat sejarah hidup orang Afrika dan berbagai kaum kulit hitam saat ini. Orang Afrika sudah dihancurkan dengan peran dan penyakit oleh bantuan tangan Amerika melalui pemerintah yang berkuasa di negara-negara Afrika. Sama halnya juga di Papua saat ini. Pemerintah Indonesia menjadi tangan Amerika untuk membuat rusuh di area Freeport agar alat vital Amerika terjaga aman dan dapat eksplotasi kekayaan milik orang Papua dengan mulus.

Saat Ini, Orang Papua Ikut Dihabisi Virus HIV/AIDS!

Bukan sesuatu yang baru kita dengar kematian orang Papua. Selalu dan kita dengan bahkan bosan. Setiap waktu kita mendengar berita kematian. Kematian ini banyak faktornya. Ada yang dibunuh oleh polisi tanpa ada kesalahan yang ditemukan, ada karena kecelakaan karena miras, ada karena diracun orang migran, ada karena penyakit virus HIV/AIDS yang sengaja didonor. Sangat disayang bagi orang Papua saat ini, karena beberapa tahun lagi orang Papua akan punah di bawah tragedi mematikan itu. Nasib orang Papua hampir sama jika ditinjau dari kasus yang menimpah orang Afrika, seperti maksud saya di atas di poin pertama. Saat ini, hampir sebagian besar penduduk orang Papua menderita penyakit HIV, dan tentunya ini kabar gembira bagi negara adidaya (AS) yang menciptakan virus HIV dengan tujuan memusnakan ras Negroid dari negerinya lalu menggambil segala kekayaan yang dimiliki, seperti suku Indian pada tahun 1900 dan suku Aborizin pada periode 1910-1970 dan suku Afrika.

Kepentingan Negara itu sangat berimbas kepada rakyat kecil di daerah, karena jelas kekayaan alam terdapat di sana (desa). Amerika dan Indonesia saat ini berkonspirasi (bekerja sama) untuk memusnakan orang asli Papua. Virus HIV terus didukung melalui berbagai program Negara melalui pemerintahan yang berada di daerah, seperti di Papua. Makanya saat ini, penderita virus mematikan ini paling tinggi di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Hal ini sesuatu yang mengherankan bagi orang Papua pada umumnya karena seakan virus HIV ini bermula dari tanah Papua, sehingga penderita harus lebih banyak orang Papua. Kita perlu membuktikan dan merenungkan hal ini, bahwa kenapa terjadi dengan begitu cepatnya virus yang mematikan ini menyerang ke setiap individu manusia Papua hingga banyak yang mati. Bukan faktor seksual yang tidak sehat saja yang dapat mempercepat penularan virus ini, namun ada dampak lain yang membantu agar kematian orang Papua terus ada tiap hari dan terus terjadi depopulasi masal karena virus HIV di samping kematian faktor lainya.

“Papua Barat adalah suatu wilayah yang sangat memprihatinkan karena penduduk pribumi dalam keadaan bahaya pemusnahan” - Mr. Juan Jimenez (Penasihat Khusus Sekjen PBB Bidang Pencegahan Pemusnahan Penduduk Pribumi)

Pemusnahan etnis Melanesia West Papua ini sudah dimulai sejak 1963, tepat bermula saat Papua diserahkan kepada tangan Pemerintah Indonesia. Banyak kekerasan sudah diciptakan oleh Indonesia sendiri dan Amerika. Hingga hari ini melalui tangan Indonesia, orang Papua terus dibunuh secara fisik maupun non fisik. Virus HIV adalah senjata yang dipakai untuk memusnakan etnis tertentu yang telah berhasil dipakai di tanah Afrika dan saat ini di Papua sedang berlangsung, sudah dimulai. Tidak perlu menaruh kepercayaan media internasional, seperti BBC, CCN, NEW YORK TIME, dll. Semua bermain game menipu umat manusia di seluruh dunia demi kepentingan Amerika. Sama juga seperti di Indonesia kini. Banyak orang Papua dibantai oleh mesin senjata Indonesia, tapi media nasional tidak pernah liput. Artinya bahwa, Indonesia dan Amerika sedang menjalankan program pemusnahan etnis Melanesia bagi orang West Papua. Kondisi seperti ini harus orang Papua memahaminya agar solidaritas dari semua elemen terpenting di Papua bangkit untuk melawan, kalau tidak kita akan mewarisi cerita misteri suku Aborigin di Australia dan suku Indian di benua Amerika (kepunahan etnis akan terjadi).

“Semua orang akan mati juga dengan cara apa saja sesuai yang dikehendaki Tuhan. Mengapa kita tidak berbuat sesuatu yang baik, kalau itu masih bisa Anda buat? Jangan pernah takut, kalau sikap Anda itu benar” - Socrates Sofyan Yoman (Ketua Umum Gereja Baptis).
Ilmuwan Amerika Menciptakan Virus HIV/AIDS Untuk Memusnakan Africa dan Papua Reviewed by Majalah Beko on 12.55.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.