BREAKING NEWS

Berita

Kembalikan Lukas Enembe ke Honai Adat

Oleh : Ernest Pugiye *)
Massa aksi bela Lukas Enembe di halaman kantor Gubernur Papua. Foto: Ist.
Sekalipun Negara sudah mengetahui bahwa Gubernur Papua, Lukas Enembe masih menggunakan, menghayati dan melaksanakan esensi demokrasi dan nilai-nilai pancasila bagi rakyat Papua, namun pemerintah Indonesia hendak membunuh krakter pemimpin rakyat Papua ini. Pembunuhan krakter terhadap Gubernur Enembe dinyatakan dengan menduga dan memeriksa dana beasiswa oleh pihak direktorat tindak pidana korupsi Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.

Meski belum terbukti dengan data yang jelas tentang dugaan tersebut, dana beasiswa dari sumber Anggaran Pendapatan Daerah sejak 2014-2017 itu masih diselidiki secara kekerasan, intimidasi dan manipulasi. Padahal dana tersebut telah digunakan untuk menyekolahkan anak-anak asli Papua sebanyak 1000 orang, baik di dalam maupun di luar negeri.

Menyimak kasus dugaan korupsi di atas, ada dua masalah fundamental yang dapat diidentifikasi oleh setiap rakyat Papua, yakni ada upaya tindakan kriminalisasi dari polisi dan BPK terhadap Lukas Enembe. Ada pula pembunuhan kharakter terhadap pemimpin Papua masa kini dan ke depan. Dengan dua masalah ini, dapat disimpulkan bahwa, sebenarnya pemerintah Indonesia dari pusat memiliki dan mencangkokkan pucuk Gubernur untuk Papua pada priode lima tahun mendatang.

Pucuk pimpinan yang dipilih dan ditetapkan sebagai calon tunggal dari Jakarta itu tentu berasal dari kalangan militer (TNI/ POLRI), yakni Paul Waterpauw sebagai pasangan wakil Gubenur dengan Enembe sebagai Guburnur atau pemimpin Papua selama lima tahun mendatang nanti.

Disinilah pembangunan Papua masih terus diwarnai dengan kepentingan Jakarta demi menjawab kepentingan pemerintah pusat. Oleh karena itu, kita tidak heran kalau setiap rakyat Papua dari berbagai kalangan telah menuntut dan memperjuangkan keadilan, kebenaran dan perdamaian kepada pemerintah Indonesia pada Selasa 19 September 2017 di halaman Kantor Gubernur Papua Jayapura.

Kembalikan Enembe ke Rumah Honai Adat

Karena pemerintah pusat masih belum mempunyai data yang jelas, mengada-ada masalah dugaan atas dana APBD 2016 dan mengkriminalisasi serta membunuh kharakter pemimpin rakyat Papua (Gubernur Lukas Enember), pemerintah Indonesia melalui TNI/Porli perlu mengakui kesalahannya terhadap orang dan tanah Papua. Pengakuan pemerintah pusat di bawah pemerintah Presiden Joko “Jokowi” Widodo ini harus dinyatakan secara konkret dengan mengembalikan Gubernur Papua Lukas Enembe di Rumah Honai Adat. Segera kembalikan Lukas Enembe dengan tenang, benar dan dengan damai di Honai Adat untuk melayani kami rakyatnya di tanah leluhur.

Sebab, pengembalian eksistensi Enembe ke Honai Adat merupakan penghormatan pemerintah pusat terhadap martabat Papua. Ini perjuangan rakyat Papua tentang bagaimana pemerintah pusat dapat mempelajari dari pemimpin Papua. Itu juga berarti betapa penting dan baiknya pemerintah pusat hendak mempelajari kembali tentang esensi demokrasi dan nilai-nilai pancasila yang sehat dari Papua untuk setiap warga Negara di Indonesia.

Perjuangan penghormatan dari rakyat dan pemimpin Papua seperti ini memang telah dibuat secara segenap hati, pikiran dengan segenap jiwa-raga sebagai realisasi konkret dari BHINEKA TUNGGAL IKA dan filosofi pancasila untuk Papua dalam bingkai NKRI. Papua ini mahal bagi Indonesia. Papua punya sejarah dan ceritera yang paling penting dan menarik untuk Indonesia. Papua tidak sama dengan Indonesia lebih-lebih hanya jika pemerintah pusat tidak hendak lagi mendukung kebijakan Gubernur Lukas Enembe selama ini.

Jadi, Pak Jokowi, KPK dan Polisi kamu semua stop dan berhenti mencari-cari kesalahan dengan berbagai cara dan tindakan kriminalitas terhadap rakyat, pemimpin dan tanah Papua.

Memimpin Lima Tahun Untuk Papua ke Depan

Gubernur Papua Lukas Enembe telah dipanggil, dipilih dan diutus oleh Tuhan untuk memimpin Papua selama lima tahun ke depan nanti. Panggilan dan utusan beliau ini telah menjadi komitmen bagi setiap kalangan baik Papua maupun pemerintah luar negeri. Komitmen ini telah menjadi roh dari sikap pernyataan bersama, yang telah dilakukan oleh semua orang Papua dalam bentuk demo damai gabungan Relawan LE For Papua.

Demo damai tersebut telah dihadiri oleh 10.000 massa dari berbagai kalangan di Papua. Demo damai tersebut juga merupakan wujud pemilihan langsung setiap rakyat di seluruh tanah Papua untuk Enembe tetap bertahan sebagai Gubernur Papua selama lima tahun ke depan nanti.

Komitmen orang Papua untuk Gubernur Papua selama lima tahun mendatang itu akan diperjuangkan secara langsung oleh pihak DPRP Papua. Hal ini seperti dikatakan Ketua Umum Relawan LE For Papua”, Albertho G Wanimbo dan Sekretarisnya, Astri Gombo, bahwa: Gubernur Enembe adalah pemimpin yang baik, relawan dan pemimpin sejati untuk masa depan Papua.

Beliau harus segera dikembalikan ke rumah honai adat demi memelihara Papua untuk bangkit, mandiri dan sejahtera. Sementara itu, menurut Ketua DPRP Yunus Wonda ketika menerima aspirasi tim Relawan LE For Papua di depan Sasana Grida Gubernur Papua Selasa 19/09/2017, semua aspirasi rakyat Papua akan segera disampaikan lebih lanjut kepada Presiden Jokowi dan jajarannya di Jakarta dalam sepekan ini.

“Sebagai wakil rakyat, pihak DPRP tetap akan memperjuangkan dan menginformasikan secara tertulis kepada pemerintah pusat agar adat dilaksanakan secara benar, damai dan adil. Kami akan tetap melawan Jakarta dengan cara-cara yang sehat, benar dan damai guna menciptakan Papua, Tanah damai,” katanya.

Semua aspirasi rakyat yang telah disepakati bersama di atas memang patut didukung oleh semua pihak di Indonesia. Karena suara rakyat, komitmen dan harapan rakyat adalah harapan dan ideologi hidup generasi bangsa di masa depan. Masa depan yang penuh gilang-gemilang, cemerlang dan masa depan bangsa Papua yang lebih baik hanya dapat ditentukan, dibangun dan dilaksanakan hanya oleh anak negeri seperti Lukas Enembe ini.

Jadi, saya pikir, Papua bangkit, mandiri dan sejahtera tetap akan terukir dan tercipta dari dan untuk Papua hanya jika Lukas Enembe menjadi Gubernur Papua untuk periode-periode selanjutnya. Apalagi Lukas Enembe adalah juga satu-satunnya pemimpin Negarawan yang layak mendapat penghormtan bagi Jakarta, menjadi pemimpin teladan dan menjadi inspirator yang kini sedang memberi pelajaran hidup buat Jokowi dan jajarannya. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Fajar Timur” Abepura
Kembalikan Lukas Enembe ke Honai Adat Reviewed by Majalah Beko on 12.21.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.