BREAKING NEWS

Berita

Relawan Mama-Mama Pasar Papua di Nabire Menggelar Mimbar Bebas

Mimbar bebas di Pantai Nabire. Foto: Relawan Mama-Mama Pasar Papua di Nabire.
Nabire, MAJALAH BEKO - - Relawan mama-mama pasar Papua di Nabire menggelar mimbar bebas “Mencari Keadilan Mama-Mama Pasar Papua” di Pantai Nabire, Sabtu (23/9/2017) sore.

Mimbar bebas yang diisi dengan orasi-orasi dan goyang aster ini dihadiri puluhan mama penjual asli Papua di Kabupaten Nabire dan para simpatisan. Puluhan mama penjual tersebut menjual hasil karya tangan mereka, seperti noken sambil mengikuti mimbar bebas.

Hansiana Ruban, koordinator wilayah Nabire mengatakan, mimbar bebas ini sebagai patokan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. “Tujuan kami adakan mimbar bebas ini agar mata publik terbuka terhadap masalah-masalah yang dihadapi mama-mama kami,” katanya kepada masyarakat Nabire yang hadir seraya membeberkan persoalan-persoalan mama-mama penjual asli Papua.

Ruban yang juga koordinator mimbar bebas ini juga meminta maaf kepada mama-mama penjual asli Papua yang masih belum mendapatkan payung yang telah dibagikan di Gedung KNPI, Kota Lama, Nabire, Sabtu (19/8/2017) siang.

“Kami akan usahakan. Kami butuh dukungan dan doa dari mama-mama,” katanya kepada mama-mama penjual asli Papua.


Awalnya, dikatakan Ruban ketika ditemui wartawan majalahbeko.com seusai mimbar bebas, kegiatan kedua relawan mama-mama pasar Papua di Nabire ini direncanakan digelar pukul 15.00 WIT sampai pukul 18.00 WIT. Namun, berdasarkan negosiasi dengan Kasat Intelkam Polres Nabire saat mengantarkan surat ijin, relawan mama-mama pasar Papua hanya diberikan waktu selama sejam; pukul 16.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT dengan alasan kemananan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Beberapa acara yang direncanakan, seperti musik, pembacaan puisi, dan lain-lain kami tidak adakan karena waktu mepet,” jelasnya.

Sementara, Helena Kobogau, pemandu acara mengatakan, kegiatan positif seperi ini membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, khususnya kaum muda Papua di Nabire. Oleh karena itu, ia mengajak, kaum muda bersatu menuntut keadilan bagi mama-mama pasar Papua. “Mari bergabung bersama relawan mama-mama pasar Papua,” ajaknya.

Selain itu, Yesaya Goo, relawan mama-mama pasar Papua dalam orasinya menjelaskan tujuan mimbar bebas. “Kami mencari keadilan bagi mama-mama pasar Papua agar mendapat pasar permanen khusus,” katanya.

Terpisah, Roberta Muyapa, koordinator umum relawan mama-mama pasar Papua mengapresiasi dengan baik kinerja relawan di Kabupaten Nabire yang telah menyukseskan mimbar bebas dengan lancar meski dibatasi dengan waktu sejam saja. “Tapi, itu tidak mematah semangat kami. Besok dan lusa, kami akan buat kembali sampai apa yang diinginkan mama-mama pasar Papua tercapai,” katanya ketika dihubungi wartawan media ini.

Dituliskan dalam selebaran “Persoalan Mama-Mama Pasar Papua” yang dibagikan, ada beberapa persoalan mama-mama pasar Papua di Nabire. Pertama: mama-mama Papua tidak memiliki tempat atau pasar yang layak untuk berjualan. Kedua: semua barang dagangan masyarakat asli Papua sudah dikuasai oleh para migran, seperti pinang, sagu, dan lain-lain. Ketiga: mama-mama Papua susah bersaing dengan pedagang migran karena pedagang migran jauh lebih terlatih dalam sistem pemasaran dan hal itu dibiarkan terus-menurus oleh pemerintah daerah.

Ini Kata Mama-Mama Pasar Papua di Nabire

Saat relawan mama-mama pasar Papua memberikan kesempatan berorasi, beberapa mama penjual asli Papua mengaku belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi terkait sejak mereka mulai berjualan.

“Saat saya mulai jualan dari tahun 1991 sampai sekarang, pemerintah tidak perhatikan. Pemerintah hanya perhatikan penjual lain yang sudah dapat tempat jualan yang bagus,” ungkap mama Pekei yang berjualan di Pasar Karang Tumaritis.


Hal senada juga disampaikan mama Kobogau. “Pemerintah tidak pernah bantu kepada mama-mama yang benar-benar jualan di atas tanah,” ungkapnya.

Mama Kobogau yang sudah berjualan sejak tahun 1994 itu meminta Pemkab Nabire agar dapat melihat dengan jelih persoalan-persoalan mama-mama Papua. Pasalnya, kata dia, hasil jualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anak-anak.

(Aten Pekei)
Relawan Mama-Mama Pasar Papua di Nabire Menggelar Mimbar Bebas Reviewed by Majalah Beko on 23.46.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.