BREAKING NEWS

Berita

Majalah Beko Gelar Diskusi Jurnalistik “Pentingnya Peranan Media Bagi Mahasiswa”

Diskus jurnalistik “Pentingnya Peranan Media Bagi Mahasiswa” berlangsung di Kontrakan Dogiyai, Amban, Manokwari, Papua Barat. Foto: Yepuni Giyai/Beko.
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Majalah Beko menggelar diskusi jurnalistik “Pentingnya Peranan Media Bagi Mahasiswa”, Senin (9/10/2017) pukul 17.00 WIT sampai 21.00 WIT di Kontrakan Dogiyai, Amban, Manokwari, Papua Barat.

Diskusi yang dipaparkan Aten Pekei, Pemimpin Redaksi (Pimred) Majalah Beko ini diikuti puluhan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Manokwari, di antaranya Universitas Papua (Unipa) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH). Selain itu, diskusi yang dimoderatori Michael Bobii, anggota redaksi Majalah Beko ini diikuti dua dosen antropologi Unipa, I Ngurah Suryawan dan Kris Ajoi.

Dalam pemaparannya, Pekei menjelaskan gambaran umum tentang media (pengertian, jenis, dan fungsi) serta kaitannya dengan mahasiswa.

Tulisnya dalam materi, “Media itu ibarat matahari yang menerangi tempat-tempat gelap.” Tulisan ini dikutinya dari “Press Release : Realistis Media di Papua dan Intervensi Media di Papua“ oleh Hengky Yeimo dan Aten Pekei pada November 2013.

Setelah itu, ia menjelaskan situasi dan kondisi media di Papua dewasa ini melalui bagan yang sudah dibuatnya. Dijelaskannya, beberapa media di Papua diintervensi kaum penguasa yang mem-back-ing aparat keamanan. Kemudian, membungkam ruang demokrasi masyarakat dan mahasiswa di samping pembungkaman ruang demokrasi beberapa media lokal Papua, seperti suarapapua.com.

Pekei juga mengulas beberapa poin seputar mengapa media itu penting bagi mahasiswa.

Ia melontarkan pertanyaan, "Apa yang harus dilakukan mahasiswa?" Menurut Pekei, mahasiswa harus banyak membaca (membaca buku dan situasi yang terjadi), mendiskusikan hasil bacaan, menulis hasil diskusi, dan menerapkannya di lapangan dengan aksi nyata.

Selain itu, ia mengutip perkataan Arnold Belau, Pimred Suara Papua dalam diskusi jurnalistik yang diselenggarakan Majalah Beko “Anak-anak Papua kalau tulis tentang Papua itu tulis dengan hati. Orang non Papua tulis itu di kulit-kulit.”


Akhir kata, pendiri Perkumpulan Black Koteka itu menegaskan agar mahasiswa harus melawan dengan membaca, berdiskusi, menulis, dan bertindak di lapangan sesuai jurusan yang dienyam setiap mahasiswa. “Lawan!!!” tulisnya di akhir materi.

I Ngurah Suryawan yang juga kolumnis humaniora Majalah Beko ini mengatakan hal senada.

“Kita berteriak saja tanpa tidak membaca, menulis, dan diskusi itu seperti ada sesuatu yang hilang. Kita harus membaca, menulis, berdiskusi, dan ada aksinya atau tindakannya. Itu satu paket,” katanya.  

Dikatakannya, banyak media nasional tidak memberitakan dan mengangkat masalah-masalah Papua sesuai fakta yang terjadi di tanah Papua.

Selain itu, Suryawan kembali menekankan agar mahasiswa lebih aktif menulis tentang Papua.  “Menulis itu perlu butuh proses. Maka itu, terus tulis, tulis, tulis, dan berpikir, baca buku dan tulis,” ajaknya.

Akhir kata, ia mengungkapkan rasa senang dan bangga atas diselenggarakannya diskusi ini. “Saya semangat sekali untuk ini karena ini hal yang penting bagi mahasiswa,” ungkapnya.

(Yepuni Giyai)
Majalah Beko Gelar Diskusi Jurnalistik “Pentingnya Peranan Media Bagi Mahasiswa” Reviewed by Majalah Beko on 22.32.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.