BREAKING NEWS

Berita

Sudah Sampai di mana Juara Liga 3 Zona Papua, Persido Dogiyai?

Oleh : Michael Bobii
Tim Persido Dogiyai. Foto: ND.
Putaran Nasional 32 Besar Liga 3 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tahun 2017 digelar pada tanggal 8-14 Oktober 2017 pekan ini di Yogyakarta, tetapi klub Juara Liga 3 Zona Papua, Persido Dogiyai sementara masih kocar-kacir karena adanya kendala yang menutupi langkah positif para pemain profesional yang sudah sejauh ini dan siap on time merumput kembali. Ada dua pertanyaan yang perlu dijawab saat ini menyangkut kejelasan tim Persido, yakni bagaimana respon Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai sejauh ini? Dan, Sudah sampai di mana usaha yang dilakukan manajemen tim?

Menjawab dua pertanyaan di atas ini sangatlah tidak mudah bagi pejabat Dogiyai, karena tentu mereka barangkali mengganggap sepak bola hanya esensi yang biasa saja, artinya tidak membawa perubahan bagi daerah dan tidak menciptakan kemajuan bagi rakyat Dogiyai. Jadi, wajarlah jika saja nanti Persido hanya punya cerita juara di zona Papua. Itupun juga para elit daerah mengganggap hal yang biasa saja, tidak ada sesuatu yang terhormat bagi para pemain Persido yang telah susah payah berjuang mati-matian. Inilah akibat dari pemerintah yang sangat awam dengan pentingnya sepak bola di tanah air.

Perjalanan sepak bola Dogiyai di ajang Liga 3 kemarin pada bulan Juli 2017 sangat unik, seakan para pemain mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten/daerah, karena dilihat dari kesiapan tim Persido ini sangat tidak menjamin dengan baik dan tidak memungkinkan untuk juara. Namun, rencana Tuhan lain bagi masyarakat Dogiyai, sehingga Persido telah menjadi yang terbaik dari 20 klub yang terdaftar resmi mengikuti Liga 3 Zona Papua. Artinya bahwa, ini sebuah bakat alam yang perlu digali oleh orang-orang asli Dogiyai karena tanpa kesiapan apapun, Persido bisa menjadi juara. Untuk itu, pemerintah perlu intropeksi secara bijak, pemerintah harus lebih serius lagi jika mau nama Dogiyai dikenal di kanca nasional maupun internasional, seperti klub besar Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persiwa Wamena.

Laga penentu antara Persido dan Persewar Waropen berlangsung pada tanggal 7 Agustus 2017 di Lapangan Tunas Muda Hamadi, Jayapura, Papua. Atmosfer pertandingan berubah, tidak seperti biasanya. Kedua tim ini memiliki cara bermain yang khas dan super karena merebut peringkat terbaik di kawasan Papua. Pertandingan penentu ini akhirnya dimenangkan oleh Persido dengan skor 1-0. Sehingga, dengan kemenangan ini, Persido siap melaju bermain keluar mewakili Papua dengan di dampingi Persewar sebagai juara kedua. Dipublikasikan Tabloid Jubi pada Senin, 7 Agustus 2017 pukul 21:49, Persido Dogiyai berhasil mematahkan dominasi Persewar Waropen pada pertandingan terakhir babak 6 besar Liga 3 Indonesia zona Papua 2017.

Di atas kertas, seluruh orang asli Papua sudah mengetahui juara Liga 3 Zona Papua adalah Persido Dogiyai bukan Persewar ataupun Persintan Intan Jaya. Hal ini dapat diperhitungkan dari poin yang dikumpulkan Persido dengan nilai 12 sama dengan Persewar, hanya saja perhitungan kemasukan memasukan Persido lebih unggul jauh. Untuk itu, jika saja Persido gagal melanjutkan ke 32 Nasional di Jawa, maka ada hal lain yang terjadi dalam kubu penyelenggara (PSSI) Papua, karena ada isu bahwa Persido sedang dilanda krisis administrasi dan krisis finansial, maka terancam berhenti.

Berikut ini adalah tim-tim yang siap mengikuti Babak 32 Besar Liga 3 Indonesia di Yogyakarta, Jawa Barat:
·       Kep. Bangka Belitung : PS Bangka Selection
·       Lampung : Persilat Lampung Tengah
·       Maluku Utara : Persiter Ternate
·       Sulawesi Tengah : Persipal Palu
·       Bali : Persekaba Bali
·       Papua : Persewar Waropen
·       Banten : Persitangsel Kota Tangerang Selatan
·       Nusa Tenggara Timur : Perse Ende
·       Bengkulu : PS Benteng Bengkulu Tengah
·       Maluku : Pelauw Putera FC
·       Jambi : Persijam Kota Jambi
·       Sulawesi Barat : PS Matra Mamuju Utara
·       Jawa Tengah : Persik Kendal
·       Aceh : Kuala Nanggroe FC Banda Aceh
·       Nusa Tenggara Barat : PSKT Sumbawa Barat
·       Sumatera Utara : PSDS Deli Serdang
·       Kalimantan Timur : PSAD Kodam VI/MLW Balikpapan
·       Sumatera Barat : Batang Anai FC Padang Pariaman
·       Kalimantan Barat : Persimura Musi Rawas
·       Kep Riau : PS Bintan
·       DI Yogyakarta : SATRIA Adikarta Kulonprogo
·       Riau : Nabil FC Pelalawan
·       Gorontalo : Persidago Gorontalo
·       Sulawesi Selatan : SIDRAP United
(Baca di sini: https://sepakbolalokal.com/ligaindonesia/jadwal-babak-32-besar-liga-3-indonesia-dan-25-peserta-yang-sudah-lolos.html)

Melihat dari daftar tim perwakilan di atas, Provinsi Papua diwakili oleh Persewar Waropen. Barangkali ini tidak benar dan salah didata media online sepakbolalokal.com, karena seluruh pegemar sepak bola di tanah Papua sudah tahu yang mewakili Provinsi Papua adalah Persido Dogiyai karena yang jelas di mata mereka Persido telah menunjukkan performa yang luar biasa dan meraih juara di level Zona Papua. Jika saja susunan tim di atas ini resmi dari PSSI Pusat, sehingga Persido tidak lanjut dalam 32 Besar Nasional, berarti PSSI Papua telah bermain mata dengan manajemen Persewar, sementara Persido mengalami masalah finansial dan masalah kesiapan.

Sejauh ini, informasi yang beredar bahwa, Liga 3 akan digelar pada 8-14 Oktober di Jawa Timur, Kota Yogyakarta. Namun, sejauh ini, belum juga bergulir. Barangkali ini hanya isu yang tidak benar ataupun ada kendala terjadi sehingga pertandingan tersebut diundurkan. Tapi, yang lebih terpenting adalah kepastian status klub yang sampai saat ini masih kalang kabut, bahwa siapa yang mewakili Zona Papua? Apakah Persido sebagai juara resmi dari Papua atau membalikan kenyataan itu lalu Persewar yang mewakilinya? Semoga permainan ini tidak terjadi karena seluruh pecinta sepak bola Liga 3 di Papua mau ada hal yang menunjukkan sikap adil di tanah Papua alias tanpa ada mafia di PSSI Papua.

Persido Dogiyai mengalami sakit yang sulit disembuhkan, entah itu dari pemerintah daerah sampai dengan pengurus. Artinya, merebut nama baik tidak bisa dikompromi dengan jumlah uang. Makanya itu, jika saja Persido digeser dari posisi juara di mata 32 besar atau tidak ikut berlaga, dikarenakan ada pihak tertentu yang memandang nama baik itu penting lalu memanfaatkan peluang. Maka, hal itu wajar saja terjadi karena nama baik dan harga diri itu butuh perjuangan dan semangat. Pemerintah Dogiyai harus perjuangkan hal ini jika ingin nama dijunjung di kanca sepak bola dan Persido harus menyemangati semua stekholder yang telah hadir bersama tim Persido Dogiyai.
Sudah Sampai di mana Juara Liga 3 Zona Papua, Persido Dogiyai? Reviewed by Majalah Beko on 21.58.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.